SELAMAT NATAL, BOLEH GAK YA?

Sebagai Ikhwan yang terkenal ramah dan bergaul dengan siapapun termasuk dengan Orang Non Muslim, Ziddan sempat bingung bagaimana ia bersikap terhadap temannya yang Nasrani akan merayakan Hari Natal. Apalagi ketika Idul Fitri temannya itu mengucapkan selamat kepadanya. Sampai akhirnya ia tanyakan kepada Ustadnya (baca: Murobbi) pada saat Liqo’ pekanannya (bahasa gaulnya: Halaqoh Tarbawiyah). Dan terjadilah diskusi antara Ustadz Zakie (U) dengan Ziddan (Z) dan Mutarabbi laninnya yang bernama Ahmad (A), Hasan (H) , Rasyid (R), dan Farhan (F).

Z: Tadz, ane bingung nih.
 
U: Bingung kenapa akh? Pegangan aja kalo bingung. Canda Ustadz sambil senyum kecil kepada Ziddan.
 
Z: Ah Ustadz becanda aja nih, ane lagi serius nih Tadz. Dengan lagak sok serius Ziddan bicara kepada Murobbinya. Gini Tadz, ane bingung mo ngucapin selamat Natal apa nggak yah. Soalnya ane agak deket juga dengan teman ane yang Kristen itu, bahkan dia selalu ngucapin selamat terus ketika kita Idul Fitri. Kira-kira ane harus bersikap gimana ya Tadz ?
 
U: Alhamdulillah akhirnya antum bisa serius juga Dan. Ejek Ustadz kepada Ziddan. Sebelumnya Ana (baca: saya) senang denger antum punya teman Nasrani, karena memang itu salah satu ajaran Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Rasul mengajarkan kita untuk berakhlaq baik dan adil kepada siapapun termasuk kepada Umat Nasrani. Allah pun berfirman dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 82 “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.” Namun meskipun demikian, kita juga perlu hati hati mensikapi ayat ini dalam konteksnya mengucapkan Selamat Natal atau Tahni’ah kepada teman kita yang Non Muslim. 
 
R: Hhmm.. menarik nih. Hati-hati gimana maksudnya Tadz ? Rasyid berkata sambil mengerenyitkan dahi dan terlihat agak serius juga sepertinya.
 
U: Begini akh, mengucapkan Selamat Natal atau Tahni’ah kepada Non Muslim tidaklah sesederhana pengucapannya itu sendiri, apalagi kultur bangsa kita yang senang berbasa-basi terkadang dengan alasan tidak enak atau ingin menghormati teman kita yang merayakan Natal, maka kita dengan mudah mengucapkan selamat Natal kepada mereka tanpa memahami apa konsekuensinya dari ucapan kita itu. Konsekuensi dari ucapan selamat itu adalah mengandung persetujuan kita terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan, yaitu syi’ar Natal yang sudah sangat jelas berbeda dengan aqidah kita. Menurut Ibn Qoyyim Al Jauziyah dalam kitabnya ‘Ahkâm Ahl
adz-Dzimmah’, beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Alasannya karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan. Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majma’ Fatawa Fadlilah Asy-Syaikh
Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, (Jilid.III, h.44-46, No.403).
 
R: Oh gitu ya Tadz, Tapi ane juga pernah denger ada Ulama yang membolehkan Selamat Natal dengan landasan surat Maryam ayat 30-36, yang artinya: berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Kalo itu bagaimana Tadz ?
 
U: Subhanallah.. ana bangga dengan antum Syid, ternyata antum cukup kritis juga.
 
Z: Cieee Rasyid… jadi ge-er deh dipuji ustadz. Makasih ente sama ane Syid, karna pertanyaan ane, ente bisa dipuji..hehe. Ziddan berkata pada Rasyid sambil menepuk-nepuk pundak Rasyid.
 
A: Alah ente Dan, orang kita lagi serius antum malah nyeletuk yang nggak penting sich. Mendingan dengerin penjelasan Ustadz dehh.
 Tersenyum Ustadz melihat tingkah laku mutarobbinya. Dengan rasa kasih sayang Ustadz melanjutkan penjelasannya kembali
 
U: Maha Suci Allah, semoga Dia selalu memberikan Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita semua. Kita Berhusnudzon kepada Ulama tersebut, semoga beliau telah seksama dalam menafsirkan ayat tersebut. Kembali lagi kepada surat Maryam 30-36 tadi, Untuk menjawab syuhbat atas kebolehan memberi ucapan selamat natal dengan hujjah ayat ini, ada beberapa hal yang perlu kita cermati dengan baik agar kita tidak terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan sebuah ayat yang makna dan konteksnya belum tentu tepat. Insyaallah ana akan menjelaskan kepada antum semua.
Pertama, Ucapan salam sejahtera yang ada di dalam ayat itu merupakan ucapan bayi Nabi Isa as untuk menjawab cemoohan dan ejekan orang-orang yang memusuhi  Maryam, ibunda Nabi Isa. Sama sekali tidak mengandung hukum tentang sunnah atau masyru iyah untuk mengucapkan selamat sejahtera pada tiap ulang tahun kelahiran nabi Isa. Bahkan murid-murid nabi Isa (al-Hawariyyun) juga tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun atau selamat hari lahir kepada nabi mereka saat nabi Isa masih hidup. Apalagi setelah beliau diangkat ke langit. Kedua, kalaulah mengucapkan selamat itu menjadi dibolehkan, maka seharusnya para shahabat terdekat nabi Isa yang melakukannya. Tapi kita sama sekali tidak mendapat keterangan tentang itu. Bahkan Nabi Isa sendiri tidak pernah memintanya atau mensyariatkannya. Ketiga, Selain itu sebagaimana yang tertera dalam ayat itu, kalimat itu menunjukkan bahwa salam sejahtera pada kepada nabi Isa. Bukan pada hari kelahirannya dan bukan juga pada setiap ulang tahun kelahirannya. Ini dua hal yang sangat jauh berbeda. Ketiga, Selain itu sebagaimana yang tertera dalam ayat itu, kalimat itu menunjukkan bahwa salam sejahtera pada kepada nabi Isa. Bukan pada hari kelahirannya dan bukan juga pada setiap ulang tahun kelahirannya. Ini dua hal yang sangat jauh berbeda. Dalam tafsir yang lurus disebutkan bahwa kalimat Selamat atasku yang dimaksud pada ayat itu adalah selamat dari gangguan syetan, yaitu pada tiga momentum : pada hari kelahiran, kematian dan kebangkitan kembali. Maksudnya bahwa syetan tidak bisa mengganggu nabi Isa as dan tidak bisa mencelakakannya terutama pada tiga momentum itu. Keempat, Kalaulah salam itu ditafsirkan sebagai ungkapan atau ucapan salam maka mengirim salam, maka salam itu adalah salam kepada nabi Isa alaihis salam. Namun hal itu jelas jauh berbeda dengan memberi ucapan selamat natal kepada orang kafir. Karena kalangan nasrani itu melakukan kemusyirikan dengan menjadikan nabi Isa sebagai tuhan selain dari Allah SWT. Dan kemusyrikannya itu dirayakan dalam bentuk perayaan natal. Karena itu sudah terlalu jelas perbedaannya antara bersalawat kepada nabi Isa sebagai nabi dengan menyembah nabi Isa atau menjadikannya sebagai tuhan.
 
H: Iya ya Tadz. Sungguh fatal sekali ya kesalahan umat Nasrani yang meyakini bahwa Nabi Isa itu sebagai Tuhan, padahal Nabi Isa sendiri berkata yang diabadikan Allah dalam Alqur’an surat Maryam ayat 30-33 “Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” Jadi sangat jelas sekali bahwa Nabi Isa itu adalah seorang manusia biasa dan diutus sebagai Nabi oleh Allah seperti Nabi-Nabi sebelumnya untuk beribadah kepada Allah seperti shalat, zakat, dan bermuamalah dengan baik seperti berbakti kepada orang tua dan tidak sombong dan celaka.
 
A: Subhanallah akh Hasan… Beda emang kalo keluaran Ma’had (baca: Pesantren), jadi gape kalo masalah tafsir. Untung deh ane punya temen liqo jebolan Ma’had..hehe.
 
H: Shuut..bisa aja ente Mad.
 
U: Benar sekali antum akh Hasan. Nabi Isa adalah sama seperti Nabi-Nabi yang lain. Sangatlah dianjurkan jika kita mengucap dan mengirim salam kepada para Nabi, karena itu memang disyariatkan di dalam Alquran oleh Allah SWT. Oke ana lanjutkan lagi ya pembahasannya….
Permasalahan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Isa pun masih diperdebatkan. Penetuan hari lahir nabi Isa sendiri yang tidak didukung fakta ilmiyah atau pun dalil yang benar. Tidak ada data akurat pada tanggal berapakah beliau itu lahir. Tanggal 25 Desember itu bukanlah hari lahirnya karena itu adalah hari kelahiran anak Dewa Matahari di cerita mitos Eropa kuno. Mitos itu pada sekian ratus tahun setelah wafatnya nabi Isa masuk begitu saja ke dalam ajaran kristen lalu diyakini sebagai hari lahir beliau. Padahal tidak ada satu pun ahli sejarah yang membernarkannya. Bahkan Britihs Encylopedia dan American Ensylcopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as. Dan terakhir yang harus kita waspadai adalah di tengah kancah tarik menarik antar muslim dengan nasrani dimana mereka telah menjadikan bangsa ini sebagai sasaran kristenisasi secara tegas dan terang-terangan. Maka segala upaya untuk memurtadkan umat Islam pastilah dilakukan. Dan salah satu caranya dengan mengadakan natal bersama atau mencari tokoh Islam yang membolehkan ucapan selamat natal. Dengan demikian, terbukalah pintu untuk pemurtadan bangsa yang sejak dahulu telah menjadi pemeluk Islam.
 
Z: Alhamdulillah..clear sekali Tadz penjelasannya..Ziddan mengangguk-angukkan tanda mengerti dengan penjelasan Ustadz. Tapi masih ada ganjalan nih Tadz, gimana dong dengan akhlak kita sebagai Muslim bahwa kita harus tetap bertoleransi dan bersaudara dengan pemeluk agama lain? apalagi ane, lumayan banyak juga nih punya temen Non-Muslim Tadz.
 
F: Kalo itu mah gampang Dan, ente ga perlu khawatir. Tiba-tiba Fajar menyela ketika Ustadz ingin menjawab pertanyaan Ziddan. Kalo kita tidak mengucapkan selamat natal bukan berarti kita tidak ingin adanya persaudaraan dan perdamaian antar penganut agama. Bahkan umat Islam ini sanagt menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Adanya orang nasrani di Republik ini dan bisa beribadah dengan tenang selama ratusan tahun adalah bukti kongkrit bahwa umat Islam menghormati mereka. Lihat saja mereka bisa hidup tenang tanpa kesulitan. Bandingkan dengan negeri dimana umat Islam minoritas, bagaimana mereka diteror, dipaksa, dipersulit, dibuat tidak betah, diganggu dan dianiyaya. Dan fakta-fakta itu bukan isapan jempol. Hal itu terjadi dimana pun dimana ada umat Islam yang minoritas baik eropa, amerika, australia dan sebagainya. Di masa lalu umat Islam jauh lebih kuat dan besar dari umat Kristiani. Bahkan tempat-tempat bersejarah yang dianggap sebagai tempat lahirnya nabi Isa sejak masa khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhusudah berada di tangan umat Islam bahkan hingga pertengahan abad 20. Sebaliknya, umat kristiani tidak pernah lebih besar dari umat Islam. Di masa kejayaan umat Islam, umat nasrani dipandang sebagai umat yang minoritas, lemah, tak berdaya dan perlu dikasihani. Bahkan di Eropa yang sebagiannya dikuasai umat Islam saat itu, tetapi sebaliknya, begitu banyak pemeluk kristiani yang dilindungi dan disubsidi oleh pemerintah Islam. Mereka pun disebut zimmy yang artinya adalah orang-orang yang dilindungi oleh umat Islam. Nyawa, harta, keluarga dan hak-hak mereka dijamin oleh pemerintah Islam. Umat Islam mengizinkan mereka
mendirikan geraja dan haram hukumnya untuk mengusik ibadah mereka. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi bahwa mempersilahkan umat kristiani untuk merayakan misa natal di tempat-tempat yang dianggap bersejarah. Jadi menurut ane Dan, semua itu adalah gambaran suasana kerukunan umat beragama yang sesungguhnya, hasil dari kemajuan peradaban Islam.
 
Z: Mantabb penjelasan ente Jar, Dengan nada semangat Ziddan berkata kepada Fajar. Pake bahas Siroh segala antum..salut..salut.
 
F: Alah ente Dan. Biasa aja koq, kebetulan aja ane pernah baca. Coba tanya yang laen, belum tentu juga ane bisa jawab..hehe.
 
A: Iye Dan, makanya ente sekali-kali baca Siroh dong..jangan kebanyakan baca cerpen Asma Nadia en Helvy Tiana Rosa doang dong. Ejek Ahmad kepada Ziddan
 
Z: Apaan sih ente Jar, jangan buka rahasia ane di depan temen-temen dong. Apalagi di depan Ustadz, tengsin ane nih…. Cemberut Ziddan kepada Ahmad.
 
R: Huahahaha..jangan ngambek gitu dong Dan. Kata Rasyid sambil tertawa dan diiringi dengan tawa Fajar, Ahmad, serta senyum kecil Ustadz Zakie.

Malam itu, di rumah Ustadz Zakie sangat dipenuhi oleh suasana Ukhuwah Islamiyah. Ustadz Zakie sangat bersyukur kepada Allah SWT bahwa ia masih diberikan nikmat oleh Allah, nikmat atas dikaruniakan mutarobbi-mutarobbi yang cerdas dan kritis. Ziddan pun terlihat sangat puas dengan penjelasan Ustadz Zakie dan teman-temannya. Pembahasan tentang Mengucapkan Natal pun selesai dan seperti biasa, mereka melanjutkan kembali dengan pembahasan kegiatan Dakwah yang akan mereka lakukan untuk masyarakat sekitar.

2 komentar

  1. buyafamu on

    Alhamdulillah atas diskusinya, mungkin diskusi bisa dijadikan salah satu rujukan dalam menjawab syubhat ‘ucapan natal’ yang setiap bulan Desember selalu menjadi pertanyaan sebagian umat Islam. Mudah2an semakin jelas, mana yang bisa ditoleransikan, mana yang ‘lakum dinukum wa liya din..’

  2. buyafamu on

    Alhamdulillah atas diskusinya, mungkin diskusi ini bisa dijadikan salah satu rujukan dalam menjawab syubhat ‘ucapan natal’ yang setiap bulan Desember selalu menjadi pertanyaan sebagian umat Islam. Mudah2an semakin jelas, mana yang bisa ditoleransikan, mana yang ‘lakum dinukum wa liya din..’


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.